Saturday, November 29, 2008

LOMIE TAUGE / NUDEL SUPPE......kata jojo


Description:
Setiap pulang kebaktian di GKI Maulana Yusuf Bandung....
Aku and Jojo selalu pesan Lo Mie Kangkung.
Enak banget...lomie buatan si tante...

Ketika kami merindukan Lo Mie .......
Di luar negeri........sagala kudu ku sorangan he..he..he..
Ich muss alle selber tun !

Ini modifikasi...dari Janti - Visit Bandung.....and dari beberapa link MP...
yg aku lupa lagi....thanks...!

Jojo menamakannya Indonesien - Nudelsuppe......kebetulan waktu bikin, temennya ikut makan, and kita bingung mo bilang apa namanya....

Photobucket


Ingredients:
Bahan :
- Mie kering siap beli di toko asia (utk 8 porsi)
- 2 ons toge, bersihkan, lalu siram dg air mendidih....tiriskan.
- daun bawang .....iris-iris kecil
- 6 keping besar jamur kuping kering, rendam selama 2 jam, bersihkan, lalu
rebus selama 10 menit..tiriskan....lalu iris kecil2 sesuai selera..
- 1 kg ayam sayap and paha
- 1 butir telur di kocok
- 3 sdm tepung maizena dilarutkan pada segelas air

Bumbu kaldu lo mie :
- 3 siung bawang putih besar, haluskan
- 4 siung bawang merah, haluskan
- kecap manis
- garam
- maggie
- merica

Bumbu taburan ayam :
- 3 siung bawang putih besar
- kecap manis, secukupnya
- 1 sendok teh minyak wijen
- merica
- maggie
- garam


Directions:
Kaldu Lomie :
1. Rebus ayam hingga keluar kaldunya (selama merebus masukkan bawang
putih yg sudah di geprek).
2. Kecilkan api, angkat ayam dari rebusan, iris kecil kecil......lalu bagi menjadi 2 bagian, setengah dimasukkan kembali ke dlm kaldu. Sisanya sisihkan utk taburan ayam.
3. Masukkan bumbu kaldu lomie ke dalam kaldu ayam....
4. Besarkan lagi api, kemudian cicip....tambahkan garam, merica secukupnya
5. Sebelum kaldu mendidih lagi, masukkan kocokan telur sambil diaduk cepat
6. Tambahkan larutan tepung maizena, dan aduk hingga kuah mengental

Bumbu kaldu lo mie
1. Panaskan minyak dalam wajan, lalu tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum
2. Tambahkan kecap manis, maggie, garam, merica.

Taburan ayam di atas lo mie :
1. Tumis bawang putih hingga harum
2. Masukkan potongan2 ayam tadi (yg sisa setengahnya tadi), aduk pelahan hingga berubah warna.
3. Tambahkan kecap manis, dan miyak wijen...aduk hingga merata
4. Masukkan jamur
5. Tambahkan garam, penyedap dan merica....aduk merata...

Penyajian :
Susun pada mangkok : mie, lalu toge, kemudian taburan ayam....
Lalu siram dg kaldu lo mie.
Taburkan irisan daun bawang di atasnya...

Hm...hm...guten apetit !

Photobucket

Monday, November 24, 2008

Der Schnee kommt im Herbst




Di Bremen....konon jarang terjadi salju yg tebal seperti ini.
Berbeda dgn di daerah Nord Deutschland.....katanya.....
Tapi pada hari jumat malam....tgl 21 November yg lalu......
Kejutan! Wunderbar!
Salju turun.....dan langsung menutupi tanah Kota Bremen.
Tahun lalu.....ketika baru tiba di Bremen.....tgl 20 November 2007....
hingga berakhirnya Winter.....
Aku tidak melihat salju seperti ini.

Es war schön....toll....wünderbar...., dass ich den dicken Schnee zum erste mal sehen kann.

Photobucket

Gebratene Sahnequarkkuchen / Speisequarkkuchen


Description:
Ini katanya......salah satu jenis kue jerman juga.
Tapi ....aku diajari oleh seorang teman kursus integrasi-ku yang berasal dari Polandia.
Namanya Anya gurry. Cantik....

Photobucket
Cita rasanya mirip banget dengan donat buatan Dunkin's.
Malah....kayaknya lebih enak.
Anakku Jeremy and suamiku....doyan....
Kalo Jonathan....nggak usah ditanya...karena dia doyan juga makanan jerman.
Mereka bilang, cocok dg lidah indonesia kita....he..he..

Cobain deh...
Probier doch mal....

Guten Apetit !


Ingredients:

3 butir telur utuh
1/2 gelas (belimbing) gula pasir
1,5 gelas tepung terigu
250 gr Speisesahne
1 bks vanili
1 bks backing powder


Directions:
1. Kocok telur dan gula hingga merata.
2. Masukkan speisesahne, terigu, vanili dan backing powder.
3. Aduk pelahan hingga merata.
4. Goreng adonan hingga berwarna kecoklatan, dalam minyak yang tidak terlalu panas, dg takaran satu sendok makan (ambil adonannya .....jgn menggunung).
Nanti bentuknya akan membulat....

Catatan :
- Minyak harus agak banyak, shg kuenya dapat digoreng terapung.
- Hidangkan dg taburan gula bubuk.

Photobucket

Photobucket

Tuesday, October 7, 2008

Pamer hasil karya anak he..he..and Hidup Hi-tech !

Di jaman hi-tech begini.
Segala sesuatu menjadi sangat mudah.
Ketika anak-anak memerlukan segala informasi, gambar dan foto.
Tinggal jepret dg kamera digital.
Upload di komputer.
And print.
Bahkan sang anak pun, mampu melakukannya sendiri.
Gott sei dank......kita hidup di jaman Hi-tech !

Kalo waktu jaman aku kecil......
Harus bongkar-bongkar majalah dan koran-koran.
Dan atau mencabut foto-foto dari album.
Wow....Hidup Hi-tech!



Photobucket

Bremen, der 03.10.2008 ......Mesjid Fatih

Photobucket


Journal ini diambil dari media Bremer Anzeiger
yg dibagikan
secara cuma-cuma, 
dari rumah ke rumah.
Seminggu di kirim 3 atau 4 kali.

Aku posting untuk menjawab rasa penasaran teman-temanku di Indonesia
yang berkali-kali menanyakan tentang kehidupan umat Muslim di Bremen.
Ada mesjid nggak di Bremen?
Gimana kehidupan bermasyarakatnya?
Semoga cukup memuaskan.

Selamat membaca ya, friends...!

Kira-kira begini isi journal tsb.....
Untuk lengkapnya, silakan baca edisi bahasa jermannya ya.


"Kami ingin membongkar pembatas2"

40 mesjid yg ada di Bremen mengadakan open hause pada hari persatuan jerman yg jatuh pada hari Jumat tgl 3 oktober 2008 ini.
Tradisi ini telah diadakan selama 12 thn berturut-turut.
Untuk tahun ini, semua mesjid yg ada di Bremen ikut serta.
Umat Islam Bremen ingin menginformasikan ttg kehidupan kaum Muslimin dan ingin mengambil bagian dalam sejarah persatuan jerman serta menyatakan bhw mereka merasa Jerman sbg kampung halamannya sendiri.

Semua penduduk Bremen boleh datang, juga tanpa harus berpakaian khusus, tapi tetap tanpa alas kaki di dalam mesjid.
Setiap orang dapat memanfaatkan kesempatan utk turut serta meninjau bgmn  bersembahyang setiap jumat.

Acara tsb diadakan utk mempererat persatuan penduduk Muslim and Nonmuslim di Bremen.

Photobucket

Friday, October 3, 2008

Pernik, Bunga and Makanan

Pertama-tama, sekali lagi :

Selamat Idhul Fitri ya,

buat temen2 yang merayakan.
Semoga selalu bahagia.......dan untuk yg jauh dari tanah air tercinta...
semoga tetap happy.....
Pasti beda suasananya....
tapi jadikan momen Lebaran yang jauh dari tanah air...
menjadi kenangan manis dalam hidup temen2 sekembalinya ke tanah air tercinta.....

Photobucket

3 macam yang bikin aku happy tinggal jauh dari Indonesia.
Biarpun lagi sibuk di karantina kursus integrasi,
3 urusan itu harus tetap dilakonin.


Mengalahkan kesibukan ber MP ria and ber ceting ria....
untuk sementara he..he..


 Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

Friday, September 19, 2008

Cerita Wochenende

Ini yang kedua kali aku membacanya. Dan untuk keduakalinya pula, aku terkesan dan terharu.
Mungkin aku membacanya di blog-mu?
Tapi kali ini aku membaca dari sumber ini.....dan ingin membagikannya.

Selamat membaca kembali....

Have a nice weekend.
Ich wünsche euch ....ein schönes Wochenende...!

Photobucket

http://indonesia.heartnsouls.com/cerita/f/c502.shtml


Oleh: Tidak Diketahui
Kiriman: William Stefanus

WAKTU

Seperti biasa Rudi, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur?" sapa Rudi sambil mencium anaknya.

Biasanya, Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Imron menjawab, "Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?"

"Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?"

"Ah, enggak. Pengen tahu aja."

"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja, Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?"

Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya.

"Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong," katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok," perintah Rudi.

Tetapi Imron tak beranjak.

Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Imron kembali bertanya, "Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah."

"Tapi, Ayah..." Kesabaran Rudi habis.

"Ayah bilang tidur!" hardiknya mengejutkan Imron.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya, Ia pun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Imron didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata, "Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok' kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun ayah kasih."

"Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini."

"Iya, iya, tapi buat apa?" tanya Rudi lembut.

"Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ayah," kata Imron polos.

Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat.